Kembali ke galeri
Rindunya Kampung Halaman, Belum Kembali - Puisi Anonim Dinasti Tang

Apresiasi Seni

Karya seni ini adalah gambar tinta halus yang digambar dengan garis hitam sederhana di atas latar belakang pucat, menampilkan tiga sosok berdiri di tepi pantai, menatap penuh perenungan ke bukit jauh di mana sebuah bangunan kecil dan tangga terlihat jelas. Komposisi seimbang antara ruang kosong dan elemen terletak dengan cermat, menciptakan suasana tenang dan kontemplatif. Di sudut kiri atas, ada pesawat bergaya dengan motif spiral yang menggambarkan gerakan dan nostalgia. Kaligrafi Cina tulisan tangan di sebelah kanan menambahkan kedekatan, menggabungkan puisi atau refleksi dengan adegan. Sosoknya, campuran orang dewasa dan anak-anak, menghadirkan rasa koneksi keluarga dan kenangan bersama saat mereka menatap ke depan, menguatkan tema kerinduan atau kepulangan. Teknik minimalis mengingatkan pada lukisan tinta tradisional namun dengan sentuhan modern, terlihat dari garis sederhana yang hampir seperti kartun serta tanggal "1945" dan inisial "TK" yang menandainya.

Rindunya Kampung Halaman, Belum Kembali - Puisi Anonim Dinasti Tang

Feng Zikai

Kategori:

Dibuat:

1945

Suka:

0

Dimensi:

4830 × 5502 px

Unduh:

Karya seni terkait

Bunga yang Berguguran
Di Mana Kupu-kupu Itu?
Seratus Tahun Kebahagiaan
Dua petani yang mencangkul
Dia Bangkit dan Bertanya-tanya
Menonton Pegunungan, Melihat Saya Meminum Teh Pahit di Kuil
Puisi Maid Avoraine oleh Robert Buchanan 1862
Setelah Pertemuan: Bulan Baru dan Langit Cerah
Sebuah Lagu di Masa Depresi
Daun Willow Membisikkan, Jangkrik Tersembunyi; Bunga Teratai dan Matahari Terbenam Merah
Teman di ujung dunia