Kembali ke galeri
Shangri-La

Apresiasi Seni

Dalam pemandangan yang menakjubkan ini, kebesaran pegunungan bersalju terungkap di bawah langit yang luas dan tenang; biru surgawi yang terbentang tak berujung di atas kepala kita. Puncak-puncak itu menjulang megah, bentuk-bentuk tajam berkilau di bawah sinar matahari, setiap sisi memantulkan cahaya, hampir bersinar di latar belakang. Tanah bergelombang di bawahnya, dicat dengan nuansa earthy lembut, sangat kontras dengan ketinggian beku, sementara sungai yang meliuk-liuk meluncur melalui latar depan, permukaan reflektifnya memantulkan langit, menciptakan aliran ritmis yang menarik perhatian penonton. Keheningan suasana yang tak bergerak ini membangkitkan rasa ketenangan, mengundang kita untuk merenungkan dan mengagumi desain megah alam.

Setiap goresan kuas seolah membisikkan kisah eksplorasi; kepiawaian seniman dalam menyeimbangkan warna dan bentuk menciptakan rasa kedalaman yang membuat gunung-gunung itu seolah siap untuk muncul dari kanvas kapan saja. Palet warna dingin — dengan biru lembut dan putih — membenamkan karya ini dalam kesegaran yang sekaligus menyegarkan dan menenangkan. Rasanya seolah waktu berhenti di hamparan pegunungan ini, dan dampak emosionalnya dalam sangat mendalam: seseorang merasa baik tak berarti maupun dihargai dalam kebesaran alam. Mencerminkan rasa hormat yang mendalam seniman terhadap dunia alam, karya ini menginspirasi baik kekaguman maupun refleksi, mendorong pikiran tentang petualangan dan daya tarik misterius dari lanskap-jauh.

Shangri-La

Nicholas Roerich

Kategori:

Dibuat:

1929

Suka:

0

Dimensi:

3960 × 2526 px
1170 × 730 mm

Unduh:

Karya seni terkait

Bardon Hill, Coleorton Hall 1823
Jembatan San Martín di Toledo
Motif dari Grundlsee dengan Backenstein
Jembatan Jepang dan Kolam Teratai, Giverny
Masuk Pelabuhan Trouville
Pemandangan Jendela di Musim Dingin
Étretat, tebing dan Porte d'Amont, laut besar
Sungai Loire di Saumur: Pemandangan dari Jembatan Kereta Api 1890
Sungai Oise dekat Pontoise