Kembali ke galeri
Koleksi Pemandangan Jepang Kyoto Daigokuden 1922

Apresiasi Seni

Adegan yang menggugah ini menangkap kompleks kuil Jepang yang megah, diolah dengan teknik cetak blok kayu halus khas tradisi ukiyo-e. Warna vermilion cerah dari rangka kayu kuil sangat kontras dengan panel jendela berwarna hijau redup dan nuansa alami lembut dari dedaunan di sekitarnya, membangkitkan rasa harmoni abadi antara arsitektur dan alam. Garis atap, dengan lengkungan anggun dan detail ornamen, menyampaikan keanggunan sekaligus disiplin struktural, mengarahkan pandangan ke langit biru pudar.

Di latar depan, sekelompok figur yang mengenakan kimono tradisional menghidupkan adegan, gerakan lembut dan usia yang berbeda menunjukkan rasa hormat budaya terhadap sejarah dan keluarga. Keahlian seniman dalam penggunaan garis dan warna tidak hanya menangkap bentuk fisik kuil, tetapi juga atmosfer tenangnya — sebuah interaksi kehadiran manusia di tempat yang memiliki makna spiritual abadi. Cetakan ini dengan indah mewakili estetika Jepang awal abad ke-20, menjembatani warisan sejarah dengan sensitifitas modern, mengundang penikmat untuk memasuki momen kontemplasi yang damai di tengah tradisi yang hidup.

Koleksi Pemandangan Jepang Kyoto Daigokuden 1922

Hasui Kawase

Kategori:

Dibuat:

1922

Suka:

0

Dimensi:

2372 × 3200 px

Unduh:

Karya seni terkait

Catatan Perjalanan I (Koleksi Souvenir Perjalanan Pertama) Air Terjun Megah Shihara 1920
Catatan Perjalanan III (Koleksi Ketiga Oleh-oleh Perjalanan) Malam Berbintang Miyajima, 1928
Jembatan Tagonoura 1930
Cuaca Cerah Setelah Salju di Gunung Fuji
Catatan Perjalanan I (Koleksi Suvenir Perjalanan Pertama) Bōshū Iwai-no-hama 1920
Seri Pemandangan Jepang: Wilayah Amakusa 1922
Catatan Perjalanan III (Oleh-oleh Perjalanan Bagian 3) Akita Tozaki 1928
Pelabuhan Shimabara, Gunung Mayuyama, 1922
Sanuki Toyohama 1930
Koleksi Pemandangan Jepang: Balairung Emas Chūson-ji di Hiraizumi (1935)
Catatan Perjalanan II: Fajar Bersalju di Pelabuhan Ogikō, Sado
Gunung Fuji Setelah Salju, Tagoura 1932
Jurnal Perjalanan III: Kursi Kekaisaran Danau Tazawa
Dua Belas Pemandangan Tokyo: Bulan Musim Dingin (Dataran Toyama)