Kembali ke galeri
Shinagawa 1931

Apresiasi Seni

Cetak ukiran kayu ini menggambarkan pemandangan hari hujan di sebuah kota tua Jepang, di mana bangunan kayu berjajar di sepanjang kanal yang tenang. Komposisi ini menyeimbangkan dengan anggun geometris kokoh dan terstruktur dari rumah dan jembatan dengan refleksi dan riak air yang mengalir di bawahnya. Hujan turun menyilang menambahkan tekstur dinamis yang hampir bisa dirasakan, mengundang kita merasakan rintik hujan yang sejuk dan terus-menerus. Sosok-sosok dengan payung—satu berwarna biru mencolok di antara palet warna yang redup, satu lagi dengan sentuhan kuning—menambah kehidupan lembut dan ketegangan halus, seolah dunia berhenti sebentar dalam irama tenang saat hujan.

Menggunakan teknik tradisional ukiran kayu ukiyo-e, sang seniman memadukan garis halus dengan lapisan warna nila, abu-abu, dan tanah. Paletnya sederhana tetapi kaya, menciptakan suasana penuh pemikiran—langit kelabu dan air tenang berpadu dengan kehadiran aktivitas manusia yang konstan. Secara historis, karya seperti ini merayakan keindahan singkat kehidupan sehari-hari di Jepang pada awal abad ke-20, yang menjembatani kerajinan tradisional dengan pemandangan kota modern. Karya ini bergema sebagai penghormatan kepada masa lalu sekaligus sekilas ke dalam kefanaan, dipenuhi emosi tenang dan keanggunan abadi.

Shinagawa 1931

Hasui Kawase

Kategori:

Dibuat:

1931

Suka:

0

Dimensi:

4314 × 6016 px

Unduh:

Karya seni terkait

Hiraizumi Konjikidō 1957 (Karya Terakhir, Karya Terakhir Sang Seniman)
Koleksi Pemandangan Jepang: Hizen Kyōhaku 1922
Dua Puluh Pemandangan Tokyo: Kuil Zozo-ji
Catatan Perjalanan II: Himi Koshoji di Etchu
Pinus yang Tertutup Salju
Salju di Taman Shiba
Catatan Perjalanan II (Oleh-oleh Perjalanan Vol. 2) Miyajima Bersalju 1928
Seri Pemandangan Jepang: Wilayah Amakusa 1922
Musim Gugur di Padang
Catatan Perjalanan II: Pagi di Doutonbori, Osaka
Hujan di Tōkaidō di Hirisaka
Malam di Sōemonchō, Osaka
Cahaya Bulan Senja di Kuil