Kembali ke galeri
Senja di Sungai Kamo, Kyoto

Apresiasi Seni

Cetak kayu yang menggugah ini menangkap ketenangan sebuah pemandangan di tepi Sungai Kamo di Kyoto pada senja hari. Komposisinya sangat seimbang, mengarahkan pandangan dari kain bermotif yang dijemur di tiang pada latar depan, yang berkibar lembut tertiup angin senja yang tenang, menuju ke air sungai yang tenang memantulkan cahaya terakhir hari itu. Di seberang tepi sungai, siluet gelap pepohonan dan atap tradisional menciptakan kontras halus terhadap langit senja yang dicat dengan warna biru lembut dan nada kuning-oranye hangat yang berbisik akan berakhirnya hari.

Penggunaan warna yang ahli dan detail tekstur halus menciptakan kualitas sentuhan pada tekstil, membuat pola-pola hampir bisa dirasakan. Ada ritme lembut dalam pengulangan kain yang berayun, sementara sosok yang bekerja di antara mereka menambahkan sentuhan pribadi yang memberi kehidupan dan aktivitas tenang pada pemandangan. Secara historis, karya ini mencerminkan tradisi kaya Jepang dalam menemukan keindahan dalam kehidupan sehari-hari dan lanskap alam serta budaya, yang diproduksi melalui teknik ukiyo-e yang menekankan kesederhanaan, harmoni, dan momen singkat. Karya ini mengundang penikmat seni untuk berhenti, mendengar bisikan kain, gemericik sungai, dan merasakan malam tenang yang terbungkus dalam tugas yang tampaknya biasa.

Senja di Sungai Kamo, Kyoto

Hasui Kawase

Kategori:

Dibuat:

1923

Suka:

0

Dimensi:

2410 × 3200 px

Unduh:

Karya seni terkait

Catatan Perjalanan II: Pelabuhan Ogi, Pulau Sado
Salju di Kuil Daishoin, Hirosaki
Hotel Fujiya, Miyamashita, Hakone
Catatan Perjalanan II: Pagi di Doutonbori, Osaka
Kuil Daigo Denpo, Kyoto
Catatan Perjalanan II: Himi Koshoji di Etchu
Catatan Perjalanan II (Oleh-oleh Perjalanan Vol. 2) Miyajima Bersalju 1928
Catatan Perjalanan III (Volume Suvenir Perjalanan 3) Bishu Kamezaki 1928
Catatan Perjalanan II: Pantai Pesisir Echigo
Koleksi Pemandangan Jepang Kumamoto Kasugamachi 1922
Kuil Minobu-san Kuon-ji 1930
Bunga Sakura di Reruntuhan Kastil Shirakawa 1946