Kembali ke galeri
Dua Puluh Pemandangan Tokyo: Ochanomizu 1926

Apresiasi Seni

Cetakan yang menggugah ini menangkap pemandangan musim dingin yang tenang di tepi air di Ochanomizu, dilukis dalam simfoni biru dan abu-abu yang redup, dihiasi oleh cahaya hangat yang memancar dari jendela. Salju yang turun digambarkan dengan goresan diagonal halus dan berulang, memberikan komposisi rasa ketenangan dingin dan hening yang menyelimuti sebuah kota saat badai salju lebat. Bangunan kayu kokoh dan bersudut, dengan fasad gelap yang kontras indah dengan atap bersalju dan air membeku di bawahnya. Sebuah perahu tunggal berlabuh dengan tenang di tepi, pantulannya yang lembut berkilauan di atas air yang bergelombang. Cabang-cabang kosong di latar depan, diselimuti salju, membingkai pemandangan dengan sempurna dan mengarahkan pandangan ke arsitektur yang damai dan langit yang pucat. Keahlian sang seniman dalam teknik cetak blok kayu terlihat jelas pada gradasi halus dan kontras tekstur yang menghidupkan momen tenang ini antara alam dan kehidupan kota. Pemandangan ini tidak hanya membangkitkan suasana nostalgia tetapi juga mengajak merenungkan ketenangan dan keindahan sunyi lanskap sehari-hari di Tokyo awal abad ke-20.

Dua Puluh Pemandangan Tokyo: Ochanomizu 1926

Hasui Kawase

Kategori:

Dibuat:

1926

Suka:

0

Dimensi:

3932 × 5880 px

Unduh:

Karya seni terkait

Taman Ōnuma Hokkaido 1934
Seri Kansai: Jembatan Yakumo di Kuil Nagata, Kobe
Koleksi Pemandangan Jepang: Kastil Aoba Sendai 1933
Catatan Perjalanan III (Volume Souvenir Perjalanan 3) Semenanjung Oga Pulau Naga 1926
Dua Belas Pemandangan Tokyo: Jembatan Atas Fukagawa
Catatan Perjalanan I (Koleksi Pertama Oleh-oleh Perjalanan) Wakasa Kude no Hama 1920
Di Bawah Ladang Shiobara
Catatan Perjalanan I (Suvenir Perjalanan Bab Satu) Wakasakukuko 1920
Dua Belas Pemandangan Tokyo: Salju di Desa Terajima
Dua Belas Pemandangan Tokyo: Senja di Kiba
Dua Puluh Pemandangan Tokyo: Pantai Ōmori 1930
Dua Puluh Pemandangan Tokyo - Bulan Magome, 1930
Hiraizumi Konjikidō 1957 (Karya Terakhir, Karya Terakhir Sang Seniman)
Jurnal Perjalanan II: Teluk Mano Sado 1921