Diskon musim panas: hemat 40% untuk semua produkGunakan kode SUMMER40Berakhir 31 JuliBeli kredit
Kembali ke galeri
Bulan Musim Semi di Pantai Ninomiya 1932

Apresiasi Seni

Cetakan kayu yang memikat ini menghadirkan keindahan tenang sebuah pantai yang diterangi oleh bulan purnama, di mana bulan yang cemerlang tergantung tinggi di langit biru malam yang tenang, memantulkan kilauan perak pada gelombang lembut di bawahnya. Komposisi ini secara mahir menyeimbangkan pohon pinus yang diterpa angin di sebelah kanan dengan lautan tenang yang membentang ke cakrawala jauh di bawah awan yang tersebar. Teknik ini menunjukkan penggunaan ahli warna biru gradasi dan kontras tekstur halus oleh Hasui Kawase, menonjolkan suasana malam yang tenang sekaligus sedikit misterius. Cahaya bulan yang jernih menerangi lanskap dengan kilauan lembut yang mengundang kita membayangkan suara irama tenang dari laut bersamaan dengan sejuknya angin malam. Sosok tunggal di pantai menambahkan sentuhan introspektif dan hubungan manusia dengan kemegahan alam. Karya ini dibuat pada tahun 1932, merupakan contoh gerakan shin-hanga yang menggabungkan keahlian ukiyo-e tradisional dengan kepekaan modern, menangkap momen kontemplatif yang penuh keindahan alami dan ketenangan abadi.

Bulan Musim Semi di Pantai Ninomiya 1932

Hasui Kawase

Kategori:

Dibuat:

1932

Suka:

1

Dimensi:

3896 × 5746 px

Unduh:

Unduhan 2K gratis. File 4K dan Ultra HD menggunakan kredit. Karya domain publik dapat digunakan untuk proyek komersial.

Public domain download summary

Karya seni ini disediakan sebagai sumber gambar domain publik. Anda dapat memakai file 2K gratis untuk pekerjaan kreatif sehari-hari; file 4K dan Ultra HD tersedia dengan kredit.

Karya seni terkait

Catatan Perjalanan II (Oleh-oleh Perjalanan Vol. 2) Miyajima Bersalju 1928
Soshu Shichirigahama 1930
Samudra Pasifik, Provinsi Awa
Akashicho Setelah Hujan
Dua Puluh Pemandangan Tokyo: Takinogawa, 1929
Musim Semi di Paviliun Pubyong, Titik Pandang Modan, Pyongyang
Salju Tersisa di Inokashira
Pagi di Dotonbori, Osaka (1933)
Dua Puluh Pemandangan Tokyo: Gerbang Hirakawa (1930)
Kuil Zojoji di Shiba
Kuil Nanzenji di Kyoto Setelah Hujan Musim Gugur