Kembali ke galeri
Kuil Tsurugaoka Hachimangu 1931

Apresiasi Seni

Cetak kayu yang hidup ini menangkap pintu masuk sebuah kuil Shinto bersejarah, dikelilingi oleh dedaunan musim gugur yang megah dari pepohonan besar. Gerbang merah cerah berdiri menonjol dengan detail arsitektur rumit—pagar halus, bilah kayu, dan elemen dekoratif yang mencerminkan warisan budaya yang dalam. Langit biru cerah dengan awan putih tersebar menambah kejernihan segar ke pemandangan, memilih palet warna tenang dan menyegarkan yang kontras indah dengan warna hangat kuning dan merah daun musim gugur serta kehijauan subur yang membingkai kuil. Tangga batu panjang di bawah torii membawa pengunjung masuk ke kawasan suci, sementara beberapa orang, termasuk seorang anak yang memegang tangan orang dewasa, berhenti di dasar, dekat dengan burung merpati yang tersebar, membangkitkan momen kehidupan sehari-hari yang damai.

Komposisi ini dengan mahir menyeimbangkan aktivitas manusia perkotaan dengan keindahan alam dan arsitektur tradisional. Perhatian teliti seniman terhadap detail pada setiap goresan ukiran dan pewarnaan menciptakan irama harmonis antara struktur dan alam, sementara gradasi warna yang tepat—dicapai melalui lapisan cetak kayu klasik—memberikan karya ini rasa ketepatan dan realisme sekaligus mempertahankan keanggunan bergaya ukiyo-e. Adegan ini bukan hanya sekadar pengambilan gambar, tetapi juga undangan untuk merasakan penghormatan tenang dan ketenangan sehari-hari dari sebuah tempat budaya. Secara historis, karya seperti ini menjadi jendela menuju Jepang awal abad ke-20, menampilkan pelestarian warisan dan realitas kehidupan komunitas dalam masyarakat yang semakin modern.

Kuil Tsurugaoka Hachimangu 1931

Hasui Kawase

Kategori:

Dibuat:

1931

Suka:

0

Dimensi:

5644 × 8033 px

Unduh:

Karya seni terkait

Menara Jam Okayama 1947
Dua Belas Pemandangan Tokyo: Bulan Musim Dingin (Dataran Toyama)
Salju di Shato (Kuil Hie) 1931
Dua Puluh Pemandangan Tokyo: Kuil Kiyomizu Ueno, 1928
Salju di Puncak Aso Kannon
Salju Musim Semi di Kuil Kiyomizu, Kyoto
Pulau Sakura Kagoshima
Nikko Futatsudo 1928
Salju di Kuil Zojoji 1922
Catatan Perjalanan II: Himi Koshoji di Etchu
Catatan Perjalanan III (Oleh-oleh Perjalanan Volume Tiga) Izumo Mihonoseki 1924
Jembatan Tagonoura 1930