Kembali ke galeri
Batu Setakam, Otaru, 1933

Apresiasi Seni

Cetakan kayu yang memesona ini menggambarkan garis pantai berbatu di mana tebing tinggi bertemu dengan laut yang bergelora. Formasi batu yang tajam dan bertekstur menjulang dramatis dari gelombang berbusa yang menghantam dasarnya. Palet warnanya lembut namun hidup — warna merah muda dan ungu lembut mewarnai langit saat matahari terbenam, menyusuri awan tipis, sementara berbagai nuansa biru menghidupkan air laut yang bergelora di bawahnya. Warna hijau di puncak tebing menambah sentuhan kehidupan, kontras dengan permukaan batu berwarna abu-abu dan coklat. Komposisi karya ini menyeimbangkan secara apik vertikal tebing dengan cakrawala laut yang horizontal; mengarahkan mata dari pantai berbatu di latar depan hingga cakrawala jauh, membangkitkan perasaan tenang sekaligus kagum. Gradasi warna yang halus dan teknik pahat yang menyerupai sapuan kuas menangkap momen senja yang singkat di pemandangan pesisir ini, mengundang penikmatnya merasakan angin laut yang sejuk dan suara ombak. Dibuat pada tahun 1933, karya ini merefleksikan perpaduan harmonis antara teknik ukiyo-e tradisional Jepang dengan sensibilitas modern dalam seni lanskap, merayakan keindahan alam yang mentah dengan ketenangan puitis dan presisi.

Batu Setakam, Otaru, 1933

Hasui Kawase

Kategori:

Dibuat:

1933

Suka:

1

Dimensi:

4377 × 6393 px

Unduh:

Karya seni terkait

Kapal Berlabuh saat Pasang Rendah di Facamp
Lapangan Santo Markus, Banjir 1863
Pemandangan dekat Pont-Aven
Panen di Provence (untuk Émile Bernard), Pertengahan Juli 1888
1890 Padang Bunga di Giverny
Rumah di Bawah Sinar Matahari, Kerikil Biru
Musim Dingin di Rockies
Breakwater, San Sebastian
Bardon Hill, Coleorton Hall 1823