Kembali ke galeri

Apresiasi Seni
Karya ini langsung menangkap rasa nostalgia yang lembut; dua anak berdiri berdampingan, menatap sebuah pemandangan yang kami diajak untuk berbagi. Salah satunya memegang tongkat sederhana, yang lain bunga yang halus, yang menunjukkan kehidupan sederhana yang penuh pengamatan dan penghargaan. Di atasnya, garis-garis melengkung dari pohon willow yang menangis atau pohon serupa membentang dengan anggun melintasi komposisi. Tangan sang seniman, terlihat dalam guratan kuas, menghadirkan rasa ritme organik pada adegan tersebut. Bunga-bunga merah muda yang halus mengambang ke bawah, seperti ingatan akan musim semi.
Merah yang Jatuh
Feng ZikaiKarya seni terkait
Di mana ada kesulitan, ada solusi, di mana ada harapan, duri dapat berubah menjadi beras.
Di Sisi Timur Galeri, Sebelah Barat Jendela Hijau, Mencari Bunga dan Bermain Petak Umpet
Lewat di Bawah Tenda Tahu, Tiba-tiba Angin Segar Bertiup, Berdiri Sendiri untuk Waktu yang Lama