Kembali ke galeri
Merah yang Jatuh

Apresiasi Seni

Karya ini langsung menangkap rasa nostalgia yang lembut; dua anak berdiri berdampingan, menatap sebuah pemandangan yang kami diajak untuk berbagi. Salah satunya memegang tongkat sederhana, yang lain bunga yang halus, yang menunjukkan kehidupan sederhana yang penuh pengamatan dan penghargaan. Di atasnya, garis-garis melengkung dari pohon willow yang menangis atau pohon serupa membentang dengan anggun melintasi komposisi. Tangan sang seniman, terlihat dalam guratan kuas, menghadirkan rasa ritme organik pada adegan tersebut. Bunga-bunga merah muda yang halus mengambang ke bawah, seperti ingatan akan musim semi.

Merah yang Jatuh

Feng Zikai

Kategori:

Dibuat:

Tanggal tidak diketahui

Suka:

0

Dimensi:

5760 × 5760 px

Unduh:

Karya seni terkait

Kehidupan Baru: Kamu Mengupas Melon, Aku Menyegarkanmu dengan Kipas
Di Mana Langit Bertemu Ketenangan, Tidak Ada Pertempuran
Sebuah Desa di Tepi Sungai
Pengendalian Diri (Temperantia) dari Kebajikan
Di mana ada kesulitan, ada solusi, di mana ada harapan, duri dapat berubah menjadi beras.
Di Sisi Timur Galeri, Sebelah Barat Jendela Hijau, Mencari Bunga dan Bermain Petak Umpet
Tinggal di Desa di Sungai Saat Matahari Terbenam
Jembatan Langlois dekat Arles
Kegembiraan Panen yang Baik
Anak-anak Gagal Bertani
Puisi Hacho, orang Denmark 1863
Lewat di Bawah Tenda Tahu, Tiba-tiba Angin Segar Bertiup, Berdiri Sendiri untuk Waktu yang Lama
Anak-anak Bermain, Bukan di Kebun Plum atau Willow
Kegembiraan Menerbangkan Layang-layang