Kembali ke galeri
Tanjung Hutan di Malam Bersalju

Apresiasi Seni

Karya seni ini dengan indah menggambarkan sebuah desa tepi sungai yang tenang diterpa cahaya senja setelah hujan salju. Pemandangan didominasi oleh sebuah rumah kayu sederhana dengan atap yang tertutup tebal salju segar. Sebuah jalan kecil yang berkelok-kelok membawa pandangan dari rumah ke latar jauh, dikelilingi oleh tumbuhan dan pagar yang tertutup salju. Meski udara dingin musim dingin terasa, gradasi warna langit dari peach lembut ke turkis pucat memberikan kesan ketenangan dan kedamaian, seolah-olah menyimpan hangatnya sisa sinar matahari terbenam. Perahu-perahu yang berlabuh di tepi sungai menambah nuansa kehidupan yang tenang dan damai.

Teknik artistik menunjukkan keseimbangan antara garis-garis detail dan gradasi warna halus, khas tradisi shin-hanga. Tekstur kayu, salju, dan air tampak hidup melalui sapuan kuas yang hati-hati dan warna-warna lembut yang menonjolkan ketenangan dan kemurnian usai salju turun. Komposisi tersusun rapi, memandu mata dari jalan bersalju di latar depan menuju atap rumah yang jauh, mengajak pemirsa untuk menikmati ketenangan dan merenung. Dari segi emosional, karya ini melambangkan keheningan melankolis — sebuah momen harmoni antara alam dan kehadiran manusia. Dibuat pada tahun 1932, karya ini merupakan contoh penting seni lanskap Jepang awal abad ke-20.

Tanjung Hutan di Malam Bersalju

Hasui Kawase

Kategori:

Dibuat:

1932

Suka:

0

Dimensi:

2342 × 3108 px

Unduh:

Karya seni terkait

Danau Pegunungan Berkilauan dengan Gadis-gadis di Perahu
Dua Puluh Pemandangan Tokyo: Yaguchi (1928)
Sungai Jeufosse, Musim Gugur
Dua anak di tepi hutan dekat Liselund, Møn
Manneport, Refleksi Air
Musim Dingin di Kragerø
Pohon Apel di Pontoise, Rumah Père Gallien
Hachinohe Fukakubo 1933
Tepi Sungai Seine di Port Marly