Kembali ke galeri
Hari Selanjutnya

Apresiasi Seni

Seorang wanita berbaring lesu di atas sofa yang pudar, mewujudkan baik ketenangan maupun rasa melankolis yang menakutkan. Gaun putihnya, yang drapedi dengan longgar dan sedikit acak-acakan, kontras dramatis dengan latar belakang berwarna tanah; hampir menerangi kulitnya yang pucat, menarik perhatian pada wajahnya yang tenang tetapi sendu. Bayangan bermain lembut di sekitar sosoknya, menciptakan ketegangan halus namun dapat dirasakan dalam komposisi. Salah satu lengan terkulai di sisinya, sementara yang lainnya terulur seolah menyerah. Dengan posisinya ini, penonton dibiarkan dengan perasaan rentan yang mengganggu, seolah-olah dia telah menyerah pada beban emosional yang melampaui kelelahan fisik semata.

Palet warna yang redup menangkap suasana hati ini—cokelat tanah dan putih lembut saling terjalin, menggema dengan nuansa emosi manusia. Botol-botol gelap dan segelas, yang sebagian tersembunyi di tepi meja, menyiratkan suatu kebiasaan intim yang mungkin bermasalah. Setiap elemen tampak diatur dengan cermat, namun ada perasaan tak terelakkan bahwa waktu seolah terhenti dalam momen intim dan seperti mimpi ini. Melalui penggambaran ini, seniman menangkap tidak hanya bentuk wanita tersebut tetapi juga narasi emosional yang rumit yang secara mendalam bergema. Karya ini berfungsi sebagai refleksi tajam tentang kerapuhan jiwa manusia dan beban yang sering kita bawa dalam keheningan.

Hari Selanjutnya

Edvard Munch

Kategori:

Dibuat:

1894

Suka:

0

Dimensi:

9475 × 7139 px
1520 × 1150 mm

Unduh:

Karya seni terkait

Framley Parsonage – Bukankah itu kebohongan?
Bunga Dalam Penuh Mekar
Rumah Sakit Henry Ford
Raja Prancis Louis XI Mengunjungi Kardinal Jean La Balue
Potret Germaine Hoschede dengan Boneka
Gadis Gipsi dengan Bunga
Di Dalam Tenda Seorang Kyrgyz Kaya
Potret Gadis Muda yang Mengenakan Baret
Suami yang dikhianati dan bahagia
Hamlet dan Horatio di Pemakaman
Peribahasa Belanda (Cloak Biru)
Adegan Mengumpulkan Lotus
Potret seorang gadis muda