Kembali ke galeri
Catatan Perjalanan III (Tabimiyage Koleksi Ketiga) Tajima Kinosaki 1924

Apresiasi Seni

Cetakan kayu yang menggugah ini menangkap pemandangan malam yang tenang di sepanjang jalan tradisional Jepang, berkilauan di bawah hujan rintik-rintik. Permukaan jalan yang basah memantulkan cahaya dari lentera dan jendela, menciptakan genangan cahaya dan bayangan yang lembut di tepi komposisi. Di sebelah kanan, sosok yang membawa payung besar bersinar dengan cahaya lembut, mengundang pengamat membayangkan kesunyian atau cerita tersembunyi dalam momen damai ini. Rumah-rumah digambar dengan garis halus paralel dan gradasi monokrom yang lembut, membangkitkan rasa nostalgia akan Jepang awal abad ke-20.

Sang seniman menggunakan perpaduan teknik garis halus dan palet warna gelap yang lembut, terutama biru tua, abu-abu, dan hitam, ditambah dengan cahaya kuning hangat dari bangunan. Palet terbatas ini menghadirkan nuansa damai sekaligus sedikit melankolis, memperkuat ketenangan malam hari. Komposisinya mengandalkan tiang vertikal dan atap horizontal yang membentuk ritme menarik mata ke dalam, sementara genangan air reflektif di latar depan menambah kedalaman dan kontras dinamis pada pemandangan. Melalui karya ini, perpaduan ketenangan alam dan kehadiran manusia mengundang meditasi sunyi atas momen singkat di bawah hujan, ciri khas ukiyo-e awal periode Shōwa.

Catatan Perjalanan III (Tabimiyage Koleksi Ketiga) Tajima Kinosaki 1924

Hasui Kawase

Kategori:

Dibuat:

1924

Suka:

1

Dimensi:

5998 × 4090 px

Unduh:

Karya seni terkait

Koleksi Pemandangan Jepang: Shimabara dan Kujukushima, 1922
Koleksi Lanskap Jepang Bungo Kakise 1923
Catatan Perjalanan III (Souvenir Perjalanan, Koleksi Ketiga) Sungai Kiso Horaigan 1928
Pantai Miho di Izu Barat, 1937
Malam Bercahaya Bulan (Kolam Oizumi)
Catatan Perjalanan III (Oleh-oleh Perjalanan Volume Tiga) Izumo Mihonoseki 1924
Catatan Perjalanan II Kanazawa Shimohondamachi 1921
Balai Phoenix, Kuil Byodo, Uji
Paviliun Sejuk di Tepi Kolam Pinus
Air Terjun Nikko 1936
Malam di Beppu (Catatan Perjalanan III)
Dua Puluh Pemandangan Tokyo: Kolam Senkoku
Salju Tersisa di Inokashira