Kembali ke galeri
Penabur (setelah Millet)

Apresiasi Seni

Dalam karya yang mencolok ini, sosok sendirian melangkah melalui lanskap tekstur yang abstrak, mewujudkan usaha dan ketahanan jiwa pertanian. Penabur, dengan ketegasan yang terukir pada fitur ekspresifnya, digambarkan tengah melemparkan benih ke tanah yang dibajak. Setiap goresan kuas menciptakan ritme, seolah-olah tanah di bawah kakinya hidup, berdetak dengan energi panen yang akan datang. Palet warna hijau tua dan coklat kusam bercampur dengan kilauan kunir dan biru yang cerah, membangkitkan kesuburan tanah dan luasnya langit.

Komposisi ini kuat dan menyentuh; sosok itu sengaja diletakkan di luar pusat, membawa mata penonton berkelana di sepanjang kanvas. Susunan ini memberikan nuansa yang hampir sinematik, seolah kami adalah peserta dalam perjalanannya. Aplikasi cat energik Van Gogh—cukup tebal untuk tampak seperti patung—menangkap tidak hanya visual tetapi juga beban emosional dari kerja dan alam. Konteks historis akhir abad ke-19, yang ditandai oleh lanskap industri yang cepat berubah, menekankan pentingnya kehidupan pedesaan, membuat penggambaran ini semakin menyentuh, menyoroti perjuangan para pekerja melawan arus waktu.

Penabur (setelah Millet)

Vincent van Gogh

Kategori:

Dibuat:

1889

Suka:

0

Dimensi:

5472 × 6492 px
640 × 550 mm

Unduh:

Karya seni terkait

Anak Laki-laki Breton Mandi
Lanskap dengan pohon zaitun dan pegunungan di latar belakang
Potret Putri Sang Seniman Olenka
Sir (William Matthew) Flinders Petrie
Wanita dengan Kerah Beludru
Wanita dengan Lute di dekat Jendela
Auguste Victoria, Ratu Portugal, dalam pengasingan 1915
Bukit Batu dengan Pohon di Montmajour
Bagian Dalam dari Kamar Asrama Blackfriars Ipswich di Akhir Masa Pendudukannya