Kembali ke galeri
Prometheus

Apresiasi Seni

Lukisan yang mencolok ini menangkap sosok mitologis Prometheus dalam momen penderitaan dan pembangkangan. Sang seniman dengan mahir menggunakan chiaroscuro, mengontraskan kulit Prometheus yang bercahaya dengan lanskap gelap dan suram yang mengelilinginya. Komposisi mengarahkan mata ke pria berotot yang terikat rantai, dengan ekspresi tegas namun penuh rasa sakit, melambangkan hukuman abadi yang ia derita. Burung nasar, lambang kelam penderitaannya, digambarkan dengan detail tajam, cakar dan paruhnya mencengkeram daging, membangkitkan perasaan horor sekaligus simpati.

Palet warna yang redup dengan nuansa biru, coklat, dan abu-abu memperkuat suasana yang suram dan hampir mistis. Tebing batu dan cakrawala jauh yang berkabut menunjukkan kesendirian dan keputusasaan, sementara cahaya samar di langit menambahkan aura supernatural yang halus. Karya ini, yang dilukis pada tahun 1868, mencerminkan ketertarikan Romantis abad ke-19 terhadap penderitaan heroik dan kekuatan agung mitos. Ini adalah refleksi mengharukan tentang pengorbanan, ketahanan, dan penentangan jiwa manusia terhadap hukuman ilahi.

Prometheus

Gustave Moreau

Kategori:

Dibuat:

1868

Suka:

0

Dimensi:

3686 × 5962 px
1220 × 2050 mm

Unduh:

Karya seni terkait

Mimpi Seorang Penghuni Mogul
Aku setengah bosan dengan bayangan, kata Nyonya Shalott
Konflik antara Satan dan Kematian
Lycurgus Konsultasi dengan Pythia
Angelica dan Medoro yang terluka
Oidipus Sang Pengembara
Ariadne Ditinggalkan oleh Theseus
Studi untuk dekorasi Perpustakaan